-----------------------------------------------------------------------------------------------
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), Kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan). (Qs. Al-A'raf: 172)Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Qs. al-Rum: 30)Setiap anak tidak dilahirkan kecuali dalam kondisi fitrah (suci) maka kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, Majusi atau musyrik. (HR. Muslim-al-Bukhari) "
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1) hakikat sebenar cinta hanya pada allah sawt, namun pada permulaan roh setiap insan sebelum di masukkan kedalam rahim ibu duduk di syurga menghadap allah dan menyatakan ketaadan dan cinta pada allah sawt ,tampa ragu dan ternoda , namun apabila insan lahir kedunia perasaan cinta itu beralih pada ibu nya pada pandagan dan rasa insan namun hakikat cinta itu adalah cinta illahi namun perasaan itu di alih bisikan hati qalbun salim agar insan menyintai ibu dan keluarga nya pada masa itu tidak sebagai mana rasulullah atau nabi nabi sebelum nya sebagai mana nabi isa yang mana bermula seawal alam roh di syurga cinta nabi isa hanya pada allah sehingga mana di lahirkan kebumi tetap degan mukzizat allah menyatakan cinta nya pada allah pada ibu nya mariam dan pada seluruh penduduk bumi pada waktu itu
2)Di samping kelahirannya yang ajaib,tanpa perantaraan ayah kandung yakni terus atas kekuasaan Tuhan. Ibunya Maryam adalah dari golongan mereka yang suci serta masih perawan baginda mampu bercakap-cakap sewaktu berusia hanya beberapa hari, Isa bercakap dan membela Ibunya dari tuduhan penzinaan. Dalam Al-Quran juga turut diceritakan tentang kisah baginda atas izin Allah dapat menghidupkan orang yang sudah mati, ;
3))Siapa yang memusuhi wali-Ku maka sesungguhnya Aku telah menyatakan perang terhadapnya. Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan senantiasa seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan Sunah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta (sesuatu) kepada-Ku pasti Aku akan memberinya, dan jika ia memohon perlindungan kepada-Ku pasti Aku akan melindunginya.” (HR. Al-Bukhari)
4) apa bila insan bergelar hamba allah sebagai mana tetap bagi nya dalam kitab takdirnya seawal penciptaan , maka waktu itu cinta sebenar kekal hakiki dan hingga syurga tertinggi tempat tinggalnya hamba hamba allah wali wali allah rasul rasul ambiak tabien nabi dan jua kekasihnya yang mana telah tetap bagi nya syurga seawal didunia hingga mana datang kiamat kelak dan hari kebangkitan ,. cinta pada hakikat hanya pada allah sebagai mana adam dan akhir nya akibat bisikan iblis maka terjerumus dalam vcinta mahluk yakni adam dan hawa hingga allah sawt mengusir kedus nya akibat cinta jua iblis terl;aknat hingga kiamat kekal abadi dalam neraka tempat pengadian,., setiap dari kita hakikat nya punyai perasaan cinta sebenar pada allah namun bila lahir kedunia ia nya di rasuk bisikan iblis sebagai mana adam termakan pujukan iblis sebegitu jua lah setiap insan atas dunia ini awal kelahiran hingga tiba ajal ada yang tersedarr lalu bertaubat menerima hidayah allah lalu kembali pada cinta hakiki ,. dan apa yang pasti setiap mahluk bernama manusia tetap atas landasan sebagai mana kitab takdir nya kesyurga atau keneraka,. namun hanya qalam dan allah yang maha mengetahui,.,.3) Hadits ini menjelaskan, bahwa di antara sebab yang mendatangkan kecintaan Allah adalah mengerjakan amal-amal sunnah sesudah yang wajib secara kontinyu. Dan jika Allah sudah mencintai hamba, maka Allah akan memberi petunjuk pada anggota tubuhnya. Sehingga ia akan berkata dan berbuat sesuai keridhaan-Nya. Maksud Allah menjadi pendengarannya: Allah akan memberi petunjuk kepadanya pada pendengarannya sehingga ia tidak mendengar kecuali yang mendatangkan keridhaan-Nya. Maksud Allah menjadi penglihatannya: Allah akan memberi petunjuk kepadanya pada penglihatannya sehingga ia tidak akan melihat kecuali apa yang dicintai Allah. Sementara maksud Allah menjadi tangannya yang dengannya ia berbuat: Allah memberi petunjuka pada tangannya sehingga ia tidak berbuat dengan tangan-Nya kecuali apa yang diridhai Allah 'Azza wa Jalla . Sedangkan maksud Allah menjadi kakinya yang dengannya ia melangkah: Allah memberi petunjuk pada kakinya sehingga ia tak melangkah/berjalan dengan kakinya kecuali untuk sesuatu yang diridhai oleh Allah 'Azza wa Jalla. Buah manis lain yang akan hamba tersebut dapatkan adalah doanya akan didengar dan dikabulkan. Ia berada pada perlindungan Allah 'Azza wa Jalla dari segala yang mengancam dirinya. . . . bahwa di antara sebab yang mendatangkan kecintaan Allah adalah mengerjakan amal-amal sunnah sesudah yang wajib secara kontinyu. . . Inilah beberapa tanda jika Allah sudah cinta kepada hamba, Dia akan memberi petunjuk kepada hamba tadi dalam perkataan dan perbuataanya. Jika hamba tadi sebantiasa benar pada perkataan dan perbuatannnya itu menujukkan bahwa Allah telah mencintai-Nya.
5)
Dalam riwayat Muslim, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta'ala apabila mencintai seorang hamba, Dia menyeru Jibril seraya berfirman: Sesungguhnya Aku mencintai fulan maka cintailah ia. Lalu Jibril pun mencintainya. Kemudia Jibril menyeru di langit seraya berkata: Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia. Maka penduduk langit mencintainya. Kemudian dijadikan untuknya penerimaan di bumi. Sebaliknya, apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia menyeru Jibril seraya berfirman: Sesungguhnya Aku membenci fulan maka bencilah ia. Maka JIbril membencinya. Lalu Jibril menyeru pada penduduk langit: Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah ia. Lalu penduduk langit membencinya. Kemudian diletakkan untuknya kebencian padanya di bumi." Ini juga tanda seseorang dicintai Allah, ia diterima di tengah penduduk bumi dan dicintai mereka. Semoga Allah menjadikan kita dan kaum muslimin sebagai orang-orang yang mendapat cinta dari-Nya dan bagian dari wali-wali-Nya. Amiin.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan