Dan Jika Aku Sakit, Dialah yang Menyembuhkanku
- setiap jenis penyakit' baik sakit saka,sihir,santau,muntah darah,muntah paku kaca, batuk berdarah,hidung berdarah ,keluar darah dari dubur,keluar darah dari kemaluan, atau penyakit biasa ;demam panas daban ,bengkak kaki tanggan ;bisul ,kencing manis; darah tinggi, atau apa apa jua penyakit ada lah berupa ujian allah keatas manusia yang sedang berada di hujung jalan jalan menuju ;akirat dan allah sedang inggin menguju hamba nya dan menilai sejauh mana pegangan dan iqtiqod nya pada allah dan tiada tuhan selain nya allah maha pengasih dan penyayang;
- Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan kesengsaraan dan kemelaratan agar mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.” (QS. Al An’am: 42)
- “Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” [QS Asy Syu’ara: 80/Allah berfirman menceritakan pada kekasih-Nya, Ibrahim ‘alaihissalam,]
- Agar sakit itu berbuah kebahagiaan, bukan keluh kesah, mengadu pada manusia ,minta pertologan pada mahluk ,jin syaitan iblis pawang bomoh atau pohon pohon besar atau patung patung atau apa jua jelis ciptaan allah yang mana dinamakan mahluk allah' hendaknya seorang muslim mengetahui janji-janji yang Allah berikan,
- Kesembuhan Itu Hanya Datang dari Allah
- Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah (Muhammad), ‘Tidak akan menimpa kami kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang beriman harus bertawakal.’” (QS. At Taubah: 51)
- Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah seorang muslim yang tertimpa gangguan berupa penyakit atau semacamnya, kecuali Allah akan menggugurkan bersama dengannya dosa-dosanya, sebagaimana pohon yang menggugurkan dedaunannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
- “Sesungguhnya besarnya pahala itu berbanding lurus dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Siapa yang ridha, baginya ridha(Nya), namun siapa yang murka, maka baginya kemurkaan(Nya).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).


- Ketika iblis dan kuncu kuncu nya berbisik lembut menggoda nabi ayob; saat beliau tertimpa musibah dengan penyakikt yang tak dapat di selamatkan dan amat menyiksakan dan menakut kan namun , Nabi Ayyub ‘alaihis salam menyatakan,“Segala puji bagi Allah. Dialah yang memberi, Dialah pula yang berhak mengambil.” Lalu Nabi Ayyub juga menyebutkan bahwa dia tidak memiliki harta dan jiwa sama sekali. (Lihat Tafsir Al-Baghawi, 17: 177)sekira nya nabi ayob mati atau terus sakit aku tetap begini kerna aku tiada sesuatu di dunia ini harta benda perhiasan dunia , anak bini zuriat keturunan jika ada mereka jua akan lari dan meninggalkan aku , aku jua tiada kedudukan dan pangkat dalam mana mana kaum atau puak , waktu aku punyai allah sawt tuhan ku yang ku sembah dan tuhan yang maha kaya setiap mahluk dan apa jua benda atas dunia ini milik nya; dan seluruh dunia dan isi nya telah tuhan ku allah tetapkan takdir perjalanan nya di dunia .,.,seawal ratusan tahun sebelum alam,di ciptakan' dan ketika mana nabi ayob berdoa;Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Rabbnya: “(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Rabb Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS. Al-Anbiya’: 83-84)
- dan allah mendenggar doa dan seruan rintihan dan tanggisan danjeritan hati sanubari yang mana waktu itu nabi ayob tak tahu lagi apa yang harus di lakukan kerna berbagai bisikan godaan rayuan iblis pada nya dan ketika mana nabi ayob telah di tinggalkan dunia dan isi dunia iateri dan anak nya pergi meningalkan nya harta peliharaan dan tanah milik nya telah dirampas dan apa yang ada waktu itu pada nabi ayob hanya lah doa nya rayuan nya sebagai mana hamba atau majnun nya dan kekasih kekasih nya yang taad pada nya ; dan allah berfirman; ketika itu pada nabi ayob;
- Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Rabb-nya: “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.” (Allah berfirman): “Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.” Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).” (QS. Shaad: 41-44)
- lAllah begitu penyayang, memerintah Ayyub untuk beranjak dari tempatnya. Tiba-tiba air memancar serta memerintahkanny
a untuk mandi, hingga hilanglah seluruh penyakit yang diderita tubuhnya. Kemudian Allah memerintahkannya lagi untuk menghentakkan tanah yang lain dengan kakinya, maka muncul pula mata air lain, lalu Allah memerintahkannya untuk minum air tersebut hingga seluruh penyakit dalam batinnya, sehingga sempurnalah kesehatan lahir dan batinnya.“Di saat Ayyub mandi dalam keadaan telanjang, tiba-tiba jatuhlah seekor belalang dari emas. Lalu Ayyub ‘alaihis salam mengantonginya di bajunya, maka Allah berfirman, “Bukankah aku telah mencukupimu dari apa yang engkau lihat?” Ayyub ‘alaihis salam menjawab, “Betul, wahai Rabbku. Akan tetapi aku tidak akan merasa cukup dari berkah-Mu.” (HR. Bukhari, no. 279)
Tiada ulasan:
Catat Ulasan