- hidup ini kejar lah nikmat hidup atas dunia dan akirat ; usaha adalah sebagai tanda hamba insan biasa ;tawakal tanda sanubari kuat menyatakan tampa izin allah dan takdir allah segala sesuatu tak akan berlaku dan terjadi;
Kita wajib beriman bahawa segala musibah yang berlaku seperti gempa bumi, banjir, wabak penyakit adalah ketetapan daripada Allah SWT di Lauhul Mahfuz. Kita juga wajib menerima ketentuan Allah ini dengan berlapang dada (redha). Allah SWT berfirman :
- “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (TMQ al-Hadid [57] : 22)
- sebagai seorang insan biasa, kita ketika mana di usia muda sering kali kita akan bertemu dengan cinta dari mahluk ,cinta yang berbentuk sementara ,sebelum kita bertemu cinta sebenar; sebagai mana manusia manusia yang lain ,ketika mana kita bertemu pilihan hati yakni pasagan hidup pada usia muda remaja kita dengan ketetapan allah keatas takdir hidup kita ; waktu berteman ;waktu bercinta waktu bernikah waktu menjadi ayah dan ibu sebagai mana allah takdirkan cuma kita berjalan dan menempuh hidup ini dengan mudah jika kita menuju sebagai mana yang telah allah tetapkan ; mudah dan di permudahkan bagi mereka yang telah tertulis bagi nya takdir hidup nya.; namun allah jua yang merancang setiap takdir seseorang ;
- “Dan sesungguhnya akan Kami berikan ujian kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” . [TMQ al-Baqarah [2] : 155-156]
Musibah Itu Untuk Manusia Berubah;setiap kali datang air bah maka pantai berubah ; begitu jua lah manusia takdir allah adalah perubahan yang tetap keatas seseorang manusia ; sebagai mana seseorang yang di awal permulaan kita kenali kasihi seorang yang berpewatakan sosial tak berapa sukakan ;kehidupan yang berlandaskan agama lebih kearah meterialistik dan keduniaan . namun berubah bila datang musibah atau sesuatu perkara ;namun allah jua lah yang mentakdikkan perubahan tiap insan;
- Secara realitinya, orang yang ditimpa musibah akan mudah sekali terjerumus untuk bersikap putus asa (surah ar-Rum ayat 36). Allah SWT menegaskan bahawa sikap tersebut adalah sikap yang kufur sebagaimana firmanNya :
“Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” [TMQ Yusuf (12) : 87] .
- Sebelum kita menjawab pertanyaan ini, kita harus tanamkan pada diri kita bahwa Allah tidaklah menguji manusia kecuali dia mampu untuk menghadapinya. Mustahil Allah menguji diluar batas kemampuannya. Sesuai dengan firman-Nya:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(Al-Baqarah 286)
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلَّا مَا آتَاهَا -٧-
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلَّا مَا آتَاهَا -٧-
“Allah tidak membebani seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang Diberikan Allah kepadanya.”
(At-Thalaq 7)
(At-Thalaq 7)
Pertama, Allah ingin mengeluarkan kemampuan manusia yang terpendam. Dengan adanya berbagai ujian, manusia bisa semakin memaksimalkan kemampuannya. Potensi-potensi tersembunyi yang tersimpan dalam diri manusia akan muncul saat dia harus menghadapi berbagai macam rintangan kehidupan. Kita bisa lihat perbedaan seorang anak yang dimanja sejak kecil dan anak yang dididik mandiri? Sungguh jauh berbeda.
Ujian itu akan menyaring siapa yang benar-benar sukses mengahadapi ujian dari Allah dan siapa yang hanya banyak berkata-kata. Allah berfirman:
أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ -٢-
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? (Al-Ankabut 2)
Kedua, manusia diuji agar kembali kepada-Nya. Allah rindu pada hamba yang selalu berpaling dari-Nya. Dia berharap agar hamba itu bisa kembali memilih tuhan-Nya dan meninggalkan Iblis. Allah cemburu jika hati seorang hamba diisi dengan selain-Nya. Allah berharap mereka kembali seperti seorang ibu yang telah lama kehilangan anaknya. Maha Suci Allah dari segala contoh.
وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ -١٦٨-
“Dan Kami Uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).”
(Al-A’raf 168)
(Al-A’raf 168)
Bukankah kita sering melihat orang yang tidak pernah kenal Allah bisa menjadi ahli ibadah setelah terkena penyakit? Bukankah kita melihat seorang yang selalu bermaksiat bisa berubah setelah mengalami musibah? Berapa banyak orang yang tidak pernah solat tahajjud memaksa dirinya untuk bangun malam ketika memiliki masalah keuangan? Ujian itu adalah cambuk rahmat dari Allah untuk menyadarkan mereka agar kembali ke rumah Allah.
وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ -٢١-
Dan pasti Kami Timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
sebagai mana jelas allah terangkan bahawa allah datangkan ujian keatas sesuatu kaum atau insan berupa musibah atau kejadian hidup agar dapat allah menilai seseorang itu adakah akan kekal dengan corak kehidupanya atau berubah sebagai mana yang telah allah tulis kan di kitab cacatan takdir seseorang insan di muka bumi allah sejak ratusan tahun sebelum tercipta alam.

Tiada ulasan:
Catat Ulasan